jump to navigation

3. RESOLUSI GAMBAR TELEVISI & VIDEO 23 Agustus 2009

Posted by @siandi in Bab I : Video & Televisi.
add a comment

Berkembangnya zaman menuntuk sebuah tekhnologi yang semakin praktis dan kualitas yang semakin baik. Kualitas tercipta karena pemenuhan jumlah garis sesuai dengan kebutuhan televisi berbanding dengan ukuran gambar yang diciptakannya. Berikut tabel jumlah garis horizontal dengan ukuran gambar (resolusi, dalam satuan pixel ) untuk beberapa media rekam yang sudah tidak asing dan digunakan oleh media penyiaran maupun masyarakat, dari resolusi yang paling rendah hingga paling tinggi. (lagi…)

2. Interlace 23 Agustus 2009

Posted by @siandi in Bab I : Video & Televisi.
5 comments

Apa itu interlace? Agak rumit untuk dijelaskan, tetapi secara mudah diterangkan sebagai : 2 gambar yang bertumpuk menjadi 1 di dalam 1 bingkai (frame). Sistem ini diciptakan untuk menghilangkan efek berkedipnya televisi CRT (Catode Ray Tube) karena pergerakan garis horizontal televisi yang sudah dijelaskan diatas:

“proyeksi cahaya pada pesawat televisi CRT (Catode Ray Tube) bekerja secara menggaris horizontal, cahaya tidak di ‘semprot’ seperti proyektor pada layar bioskop (sistem penyemprotan seperti ini dikenal dengan istilah Progressive). Jika diperlambat 1/10.000 detik, maka akan tampak bahwa televisi hanya memberi titik-titik yang muncul bergantian secara horizontal dari pojok kiri atas televisi hingga memenuhi seluruh layar. Banyaknya garis horizontal yang harus di jalani oleh titik sinar katoda pada televisi sistem PAL berjumlah 625 garis selama 1/50 detik, dan pada sistim NTSC berjumlah 525 garis selama selama 1/60 detik”

Maka, sejak sebelum awal televisi diluncurkan di tahun 1936, pada tahun 1934 Randall C. Ballard menemukan sistem interlace yang berpengaruh mengurangi kadar kedipan pada layar televisi CRT. Disisi lain, interlace menjadikan gerakan pada gambar (lagi…)

1. JUMLAH GAMBAR DALAM 1 DETIK (fps) 23 Agustus 2009

Posted by @siandi in Bab I : Video & Televisi.
Tags: , , , , , , ,
5 comments

JUMLAH GAMBAR DALAM 1 DETIK (fps)
Video adalah gambar bergerak. Bagaimana cara membuat gambar dapat bergerak? Caranya sudah ditemukan oleh Frederick James di tahun 1888 (Film seluloid) atau tuan Walt Disney di tahun 1901 (kartun) dulu, yaitu dengan menyatu-nyatukan gambar yang secara bertahap berubah sehingga saat gambar tersebut muncul bergantian dengan kecepatan tinggi, gambar akan tampak bergerak. Nah! Sama dengan video. Hanya saja seperti yang sudah diterangkan diatas, gambar-gambar tidak disimpan dalam bentuk gambar, tapi berupa sinyal video.

Banyaknya gambar dalam satu detik diberikan satuan Frames Per Second (fps). Banyaknya gambar yang dibutuhkan video sangat ditentukan oleh (lagi…)

Video & Televisi 23 Agustus 2009

Posted by @siandi in Bab I : Video & Televisi.
1 comment so far

Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik yang mewakilkan gambar bergerak. Video terdiri dari banyak gambar diam yang tersusun hingga jika gambar tersebut berganti-ganti dengan kecepatan tinggi dan dilihat oleh mata manusia akan tampak bergerak. Aplikasi penggunaan umum dari teknologi video adalah televisi (video lebih intensif digunakan di dunia penyiaran/broadcasting). Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, video dapat juga digunakan dalam aplikasi teknik, saintifik, film televisi, film layar lebar dan keamanan seperti kamera pengawas keamanan, atau pengawasan pengamatan sains dan sebagainya. Kata video berasal dari kata Latin, “Saya lihat”. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape (kaset/pita video), dan juga perekam video dan pemutar video. Video adalah rangkaian gambar yang berupa (lagi…)

KATA PENGANTAR 22 Agustus 2009

Posted by @siandi in KATA PENGANTAR.
3 comments

Oleh : Radian Kanugroho

Dari kecil saya selalu bermimpi untuk menjadi seorang pembuat film. Dari rekaman-rekaman yang ada, sejak saya berumur 3 tahun ayah saya (yang memang juga tertarik di bidang videografi) sudah mengenalkan kamera video berformat Video8 yang ia beli tahun 1986 kepada saya. Sisa perekaman yang ada adalah ketika saya selesai kelas 2 SD. Pada saat itulah mulainya ketertarikan saya terhadap dunia videografi. Setelah mulai remaja, saya berusaha mempelajari seluk beluk dunia film. Dari rekaman-rekaman yang ada, teknologi editing non-linear atau digital mulai saya terjuni saat tahun 1996 (menggunakan Pinnacle Miro DC30+ yang saya gunakan hingga pertengahan 2004 sebelum saya beralih ke sistem editing digital murni).

Sayang, dunia film yang sangat mahal akhirnya malah membawa saya terjun ke dunia video. Sampai sekarang, saya masih belum bisa meraih impian saya untuk membuat Movie menggunakan film seluloid. Tapi, saya tidak mau menyerah begitu saja. Saya yakin, walau hanya dengan menggunakan teknologi video, suatu saat saya akan membuktikan bahwa saya bisa membuat yang lebih baik! Haha… Seperti novel “5cm”, jangan taruh impian di dalam kepala, tetapi taruhlah 5 senti di depan matamu! Hehe…

Produksi video saat ini sudah bukan lagi hal yang unik di mata masyarakat Indonesia. (lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.