jump to navigation

B.4. SONY HDCAM (1997) 12 Oktober 2009

Posted by @siandi in Bab I-B : Media Penyimpanan Video.
Tags: , , ,
trackback

Catatan : Ketika kita membahas tentang DV, bukan berarti kita hanya membahas format DV, tetapi HD atau HDV bahkan Digital Cinema juga termasuk dalam ‘DV’. DV disini berarti “Digital Video”, dimana video direproduksi ke dalam bentuk biner 0 dan 1 (digital) dan data digitalnya disimpan dalam tempat penyimpanan (storage) digital.

Format HDCAM ini kurang begitu populer setelah keluarnya format HDV di tahun 2003. Teknologi HDCAM sangatlah mahal. HDCAM dapat merekam gambar dengan kompresi Uncompressed, dan beresolusi gambar 1920 x 1080. Ini adalah awal munculnya format HD.

Teknologi HDCAM yang sangat mahal. Harga kameranya mencapai Rp. 500 juta dan kasetnya mencapai Rp. 600.000 untuk durasi 20 menit. Beberapa sineas (pembuat film) yang percaya akan kualitas video pada saat itu menggunakan teknologi HDCAM untuk membuat filmnya hingga sekarang. Walaupun hasilnya masih bisa dikatakan “video banget!”, tetapi resolusi yang dicapai tidak tersaingi hingga saat itu belum ada yang mengalahkan.

Teknologi HDCam (dan DVCPRO HD) membutuhkan kecepatan transfer data sebesar 100mb/detik. Kecepatan yang sulit untuk mendapat dukungan komputer konsumen saat ini. Sehingga format ini didesain untuk proses editing linear menggunakan kabel komponen Y’CbCr.

Ini agak panjang. Jika kita runut ke belakang, Teknologi HD dimulai saat ini. HD adalah kependekan dari High Definition, sebuah perkembangan dari SD (Standard Definition). Format baru yang dianggap bisa menciptakan kualitas gambar yang lebih. Format HD menjadi perdebatan karena bukan hanya sistim siaran yang harus di ubah, tetapi televisi yang konsumen pergunakan pada umumnya merupakan televisi SD (PAL 576 line; NTSC 480 line). Pada saat HDCam muncul, teknologi HDCam banyak dipergunakan oleh para pembuat film yang mengumpulkan potongan-potongan gambar untuk dokumenter (karena dianggap ini adalah format yang terbaik). Sayang, format ini masih belum bisa dijangkau oleh lembaga penyiaran.

Pada bentuk fisiknya, beberapa format HD yang muncul antara lain HDCam, HD Vision, DVCPRO-HD, VIPER dan HDCam SR. Mereka mampu memproduksi ukuran gambar 1920 x 1080 (1080i/p) atau 1280 x 720 (720i/p) pixel dengan Color Sampling Signal 4:2:2 (HDCam hanya mampu menciptakan color sampling signal 3:1:1).

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.