jump to navigation

C. Media Penyimpanan Optikal Analog 12 Oktober 2009

Posted by @siandi in Bab I-B : Media Penyimpanan Video.
Tags: , , , , ,
trackback

Ketika teknologi Audio CD dikembangkan di tahun 1972, pada tahun 1976 dengan menggunakan teknologi audio CD dikembangkan juga sistim pemutar video lewat kepingan cakram yang akhirnya menggunakan sistim Laser Disc.

Audio CD tidak menyimpan data pada kepingan CD, melainkan sinar laser akan ‘mengerok’ lapisan permukaan CD sehingga menghasilkan gerigi-gerigi kecil yang menghasilkan getaran suara. Konsep Audio CD persis seperti konsep piringan hitam. Ketika CD yang sudah terkerok tersebut diputar di player, maka sinar laser akan membaca permukaan CD, dan sinyal suara akan dihasilkan sesuai dengan getaran yang terjadi karena gesekan sinar laser dengan goresan di permukaan CD.

Sama sistemnya, dimana jika gelombang gelombang video di rekam pada pita magnetik kaset Laser Disc mengerok permukannya untuk membentuk gelombang-gelombang video yang akhirnya dibaca kembali oleh sinar laser pada player. Hasil dari pendeteksian sinar laser tersebut langsung diterjemahkan menjadi sinyal gambar dan dikirim melalui kabel RCA (Composite) pada pesawat televisi.

Laser Disc (LD) sangat terkenal hingga awal tahun 1990-an, hingga pada tahun 1993 muncul VCD (Video Compact Disc) yang sudah berformat digital.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.